;

Keutamaan Bersiwak (Meneladani Perilaku Rasul)

"Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb". (HR. Ahmad).
 
Apa itu siwak...??? Siwak adalah nama untuk dahan atau akan pohon. Persyaratan dahan atau akar pohon yang bisa digunakan untuk bersiwak adalah lembut, batang atau akar kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena bisa merusak gusi dan email gigi; bisa membersihkan dan berserat serta bersifat basah, sehingga akar atau batang yang tidak ada seratnya tidak bisa digunakan untuk bersiwak; serat tersebut tidak berjatuhan ketika digunakan untuk bersiwak hingga bisa mengotori mulut

Umumnya, kebiasaan bersiwak dilakukan menjelang shalat. Karena shalat merupakan bentuk realisasi penghambaan seorang manusia kepada Allah SWT. (taqarrub ila Allah). Adalah suatu keniscayaan jika menampakan mulianya ibadah dalam keadaan yang suci dan bersih. Padahal sejatinya, perintah bersiwak tidak hanya ketika akan shalat saja, tapi juga dalam berbagai keadaan, misalnya: tatkala masuk rumah, bangun malam dan sebagainya. Rasulullah tidak mengkhususkan pada saat-saat tertentu. sehingga tidak disyaratkan hanya bersiwak ketika mulut dalam keadaan kotor.

Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana jika menggunakan sikat gigi dan pasta gigi? Sebagian ulama berpendapat, penggunaan sikat gigi bukan termasuk sunnah nabi, karena siwak berbeda dengan sikat gigi. Siwak memiliki banyak kelebihan dibandingkan sikat gigi. Tapi banyak ulama menilai, jika tidak terdapat akar atau dahan pohon untuk bersiwak, maka boleh menggunakan sikat gigi biasa karena illah (sebab) disyariatkan siwak adalah untuk membersihkan gigi.

Adapun bersiwak dengan menggunakan akar dan dahan pohon, menurut Ibnu 'Abidin as-Soronji, lebih baik dan lebih mengikuti sunnah nabi karena lebih praktis, yakni bisa digunakan setiap saat serta bisa dibawa kemana-mana. Tapi banyak kalangan bersilang pendapat tentamg keutamaan memegang siwak dengan tangan kiri. Sebagian berpendapat, yang lebih utama adalah tangan kanan. Argumentasinya, bersiwak merupakan sunnah nabi, sedangkan sunnah adalah ketaatan kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah tidak layak dilaksanakan dengan tangan kiri.

Pendapat lain, seperti Ibnu Taimiyah, menganggap yang lebih utama adalah dengan tangan kiri. Bila dikiaskan bersiwak termasuk membersihkan kotoran seperti beristinja'. Sebagian lagi dari golongan Madzhab Maliki menyebut jika niatnya untuk membersihkan kotoran, maka lebih diutamakan menggunakan tangan kiri, namun jia niatnya untuk melaksanakan sunnah, maka lebih baik menggunakan tangan kanan. Bersiwak ketika akan Shalat, misalnya.

SILAHKAN BACA JUGA ARTIKEL DIBAWAH INI

e-Document - 06.03

2 komentar:

Muhammad Endi mengatakan...

Assalamualaikum wr wb,
Apa kabar sahabat?
Kejutan besar ketika ane berkunjunbg ke blog sobat..
Cek emailnya sob
:D

e-Document mengatakan...

@Muhammad Endi ok sob

Posting Komentar

Komentarnya saya tunggu, baik berupa kritik ataupun saran tetapi jangan melakukan SPAM